Berkawan Dua atau Tiga?

23 Sep

Halo kawan!

Cuaca kurang bersahabat, tapi tak hatimu, kan? Enak sih ngopi-ngopi, tapi setelah tadi pagi migrain akut dan beberapa hari jadwal tidur saya tak beraturan, jadi ragu. Ada ajakan jalan di Citos, tapi dari TL  Twittter saya baca ada tawuran pelajar di sekitar Tanjung Barat. Aduh, pelajar? Lagi?!

Anyway, di saat cuaca sendu yang membuat ragu, paling saya suka ya berada di kamar, setel musik dan dengar dari earphone (catat, earphone, bukan dari pengeras suara/laptop langsung). Dan, jam-jam ini sudah waktunya nonton Spongebob, dong!

Ting! Entah kenapa, di otak saya yang kecil ini, bayangan Spongebob, Patrick, dan Squidward muncul. Tuing! Tuing! Tuing! *mereka muncul di balon percakapan*

Adakah yang tahu kenapa Squidward tak pernah akur dengan duo kawan Spongebob dan Patrick? Ada yang tahu, kenapa Squidward selalu mendapat kesialan ketika berada bersama mereka? Sampai episode yang–entah keberapa ini, saya sangat jarang menemukan adegan mereka menjadi benar-benar akur, paling tidak salah satu dari mereka tidak sial. Satu episode yang masih saya ingat adalah ketika Squidward harus berhadapan dengan Squilliam. Ketika itu, marching band Squilliam mendadak tidak bisa hadir dan Squidward terpaksa menggantikannya. Squidward agak bingung karena seluruh warga Bikini Bottom ternyata sulit diajak kerjasama. Di akhir cerita, ternyata Spongebob mampu memimpin warga Bikini Bottom untuk membantu Spongebob tampil di acara Superbowl.

Di situ terlihat, Spongebob mau menolong Squidward ketika Squidward itu ada dalam kesulitan. Tapi, entah kenapa dalam kehidupan keseharian, mereka tak pernah terlihat ‘baik-baik saja’, padahal mereka kan BERTETANGGA ya….:D

Nah, tiba-tiba juga saya teringat perkataan seorang teman dari Jepang (atau Korea?), saya agak lupa. Dia bilang, dalam berkawan, tiga bukanlah angka yang baik. Angka tiga adalah angka ganjil. Kita akan sangat sulit membangun hubungan  dengan dua orang yang lain.

Saya sering ada dalam posisi semacam itu. Ada semacam kekakuan yang saya alami ketika ada di tengah-tengah dua orang yang lain. Kekakuan itu bukan semacam grogi. Tapi, kita mau tak mau harus terus mengikuti perkembangan pembicaraan salah satu atau dua teman kita. Ketinggalan sedikit saja, kita bisa bengong dan jadi paling ‘bego’. Ini gak bagus tapi gak gak bagus amat. Walah, maksudnya? Formalnya sih, ada positif ada negatifnya.

Gini, ada situasi, dua teman kita yang lain makan bareng, jalan bareng, dan… punya becandaan berdua. Ada juga situasi, kita jalan berdua dengan satu teman, teman yang satu tak ikut. Dalam situasi pertama, biasanya sih perasaan yang timbul adalah bete. Ya? Situasi kedua, biasanya akan muncul kalimat, “Eh, dia gak tau ya.” dari mulut kita secara tak sengaja. Jadi, apa bedanya? Ujung-ujungnya apa?

Ya, situasi Spongebob, Squidward, dan Patrick bisa jadi pelajaran buat kita. Saya sih, masih belum bisa beradaptasi dalam situasi macam itu. Yang penting, kita bisa mandiri.

Ya, kan?

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: