Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar adalah ….

11 Nov

Sebelum meneruskan kalimat di atas, ada baiknya kita telusuri makna  slogan dari ‘surga’ yang berbunyi bahasa Indonesia yang baik dan benar. Apakah kita betul-betul tahu maknanya?

Perhatikan dialog di bawah ini:

  1. “Bu, apakah Anda tahu di mana letak kamar kecil terdekat dari sini? Lalu, bagaimana caranya saya dapat pergi ke sana?”
  2. “Bu, Ibu tahu nggak toilet dekat sini? Gimana ke sana?”

Apa yang dapat kita cerna dari dua kalimat itu? Yang mana kalimat dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar? Bayangkan Anda adalah Ibu yang dimaksud dalam dua dialog itu, apa jawaban Anda?

  1. Ya, saya tahu. Lokasinya cukup jauh. Dari sini, Anda berjalan terus sampai pintu hijau itu, lalu Anda masuk ke toilet.
  2. Tahu. Tuh, pintu yang hijau itu.
  3. [bengong]

Tentu pasangan untuk pertanyaan dan jawaban adalah (a)  untuk pertanyaan (1) dan (b) untuk pertanyaan (2). Namun, (c) dimungkinkan menjadi jawaban untuk (a). Kenapa? Siapa yang mampu mendengar ujaran panjang dan kaku dalam dialog (1) jika sedang berada di pasar? Jika saya jadi Ibu dalam dialog (1) itu, tentu saya akan bengong. Saya tak tahu harus berkata apa. Atau, tertawa melihat seorang ‘mahkluk dari planet antah-berantah’ bertanya dalam bahasa yang tak kita mengerti?

Apakah kalimat (1) yang kita sebut bahasa Indonesia yang baik dan benar?

Saya rasa, pemahaman akan bahasa Indonesia yang baik dan benar seharusnya bukan sekadar kosakata yang digunakan, melainkan konteks dan situasi atau yang kita sebut ‘ragam bahasa’.

Bahasa Indonesia yang baik mencakup penggunaan kaidah gramatikal, kosakata, dan rasa bahasa, sementara benar mencakup konteks/situasi dalam percakapan. Dua hal tersebut memang tak pernah bisa dipisahkan. Kaidah gramatikal senantiasa akan berubah jika ragam yang digunakan pun berganti.

Perhatikan kalimat ini!

Situasi: X dan Y mengobrol di kamar

X     : “Sebel deh gue.”

Konteks secara otomatis berubah menjadi situasi akrab (yang dilakukan oleh dua orang yang berteman dekat) dan oleh sebab itu, kaidah gramatikal pun otomatis tak terpenuhi seperti layaknya ragam formal. Konteks dan kaidah gramatikal yang sudah dibuat oleh X tersebut akan menjadi rusak ketika lawan bicara menjawab dengan kalimat,

Y       : “Apa yang membuat kamu merasa sebal?”

sebab, Y serta-merta mengubah ragam menjadi formal tanpa ada penanda situasi yang berubah. Misalnya Y tiba-tiba berubah menjadi seorang dosen dan latar percakapan berubah menjadi ruang kelas dengan beberapa orang mahasiswa lain.

Ada kesenggangan antara ujaran X dan Y yang tidak mungkin terpenuhi yang disebabkan oleh (1) konteks yang tiba-tiba berubah dan menyebabkan kesenjangan hubungan personal, (2) konstruksi gramatikal yang tidak sepadan antara X dan Y, (3) pemilihan dua kosakata yang sama dengan diucapkan dalam ragam yang berbeda, yaitu sebal dan sebel. Kemungkinan yang muncul akibat perubahan ragam beserta konteksnya menyebabkan ketidaklancaran komunikasi. Salah satu taktik penutur dalam memperlancar komunikasi dapat dimulai dengan masuk ke salah satu ragam secara bersamaan dengan membawa serta kosakata dan konstruksi gramatikal. Jika topik yang dibawa oleh penutur semakin serius, ragam akan otomatis  berubah dengan sendirinya mengikuti topik tersebut. Ketika ragam sudah berpindah, kosakata dan konstruksi gramatikal akan dituntut untuk diikutsertakan dalam cakapan. Dengan demikian, tidak akan terjadi kebuntuan percakapan dalam kalimat (1) atau  (2) di atas jika penutur (1) menyadari konteks dan ragam yang akan dimasuki.

Maka, sila simpulkan apa makna bahasa Indonesia yang baik dan benar sebagai ….

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: