Commuter Line dan Kereta Khusus Wanita?

11 Nov

PT Kereta Api Indonesia rasa-rasanya kurang ‘gaul’ dengan bahasa. Baru-baru ini, mereka menggunakan istilah commuter line untuk menyebut jenis kereta Jabodetabek ber-AC. Kasus bahasa semacam ini hampir sama dengan penggunaan busway untuk menyebut bus Transjakarta. Bedanya, KAI menggunakannya sebagai istilah resmi mereka.

Dalam bahasa Inggris, commuter sendiri bermakna kira-kira ‘orang yang melakukan perjalanan pergi dan pulang (ke/dari kantor) dengan lokasi rumah dan kantor berjauhan. Jadi, ketika istilah commuter line digunakan, apa makna yang ingin dimaksud oleh KAI? Jika menyasar makna ‘jalur’, seharusnya kata itu merujuk pada rel kereta api, bukan pada jenis keretanya.

Kasus yang sama terjadi setelah commuter line itu diresmikan. Di bagian depan dan belakang kereta, baik ber-AC maupun tak ber-AC, tertulis “Kereta Khusus Wanita”. Saya pun mengecek apakah benar kereta itu untuk wanita saja? Nyatanya, kereta itu untuk pria juga. Petugas yang memberitahu lewat pengeras suara di setiap stasiun maupun di dalam kereta hanya menyebutkan ‘kereta di depan’ dan ‘kereta di belakang’ untuk bagian kereta yang dimaksud untuk wanita itu. Jadi, apakah ada penyempitan makna dari kata kereta? Sebenarnya, tidak. Kita punya kata gerbong untuk menyebut ‘bagian kereta yang diisi manusia atau barang’. Kata gerbong masih digunakan dalam kaitannya dengan kereta jarak jauh, seperti Cirebon Ekspres. Dalam satu rangkaian kereta, ada beberapa gerbong dan satu lokomotif.

Lantas, apa alasan KAI menggunakan kata kereta untuk menyebut gerbong dalam kereta rel listrik Jabodetabek? Bukankah ini menambah kerancuan penyebutan kata dalam bahasa Indonesia? Saya rasa, penggunaan istilah kereta rel listrik atau KRL AC dan KRL non-AC  sudah cukup mewakili kedua jenis kereta yang beredar di Jabodetabek tanpa perlu diiming-imingi istilah asing yang sayangnya digunakan serampangan.

Di waktu yang akan datang, gejala bahasa yang terus dibiarkan seperti ini tentu akan  menyulitkan pengajaran bahasa Indonesia pada semua jenjang dan jenis, dan terutama menambah daftar kegalauan pengguna bahasa dalam menggunakan bahasanya sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: