Ketulusan itu, Spontanitas.

25 Jun

Sudah sering saya naik angkot D04, yang rutenya melewati belakang kampus tersohor itu. Dan, bukan sekali dua saya melihat ketulusan hati para supir angkot yang tergolong sepi penumpang pada jam-jam tertentu ini, seperti malam hari itu.

Melewati sebuah MTs, supir segera menghentikan laju angkot mereka dan segera turun menghampiri bapak yang duduk di depan pagar sekolah tersebut. Tangan sang supir meraih tangah kanan si bapak yang rupanya telah berkurang penglihatannya. Diraihnya tangan itu, dan segera diletakkannya barang selembar atau sekeping rupiah. Tak berlama-lama, si supir kembali menghidupkan mesin dan meneruskan perjalanan.

Tiba-tiba saya merasa menciut. Di mana saya saat menyaksikan itu? Apakah saya terkesima? Ah, seandainya saya sigap…

Naluri saya pun membulatkan hatinya, kelak tak akan lagi saya menyaksikan orang lain melakukan itu sendirian. Kelak, saya adalah bagian dari ketulusan yang ditunjukkan oleh si supir itu. Dan, memang benar. Pelajaran tak selamanya didapat dari buku-buku dan guru. Pelajaran adalah jalanan ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: