Mengapa harus Mengubah

19 Nov

Sebelum membaca tulisan ini, ada baiknya kita berdoa semoga Broery Marantika yang ‘merubah cintaku jadi benci’, menyadari kekeliruannya di alam baka itu. Amin.

Persoalan merubah dan mengubah sudah menggelitik saya, menggemaskan menyadari bahwa banyak saudara kita di kanan dan kiri kita saat ini saja belum menyadari mengapa kita mestilah menggunakan mengubah, alih-alih merubah. Banyak buku tata bahasa Indonesia di luar sana, tetapi berapa orang yg sanggup membeli bahkan membacanya? Belum pula persoalan memahami dan mengejawantahkan isinya, yang membuat ini tak pernah tuntas dari hanya benar dan salah yang ditudingkan.
Pertama, marilah kita tengok apa kata dasarnya. Dua kata itu punya kelas yang berbeda: rubah (kata benda, sejajar dengan batu dan gunung), ubah (kata kerja, sejajar dengan lihat dan tulis). Kedua kata itu jika direkatkan dengan me– yang sudah menunjukkan kegiatan/tindakan, akan menjadi kata kerja.
Sekarang, kita (tanpa melihat  buku tata bahasa, pasti bisa membandingkan) sejajarkan kata-kata berikut ini.

membatu
menggunung
 
melihat
menulis

Dengan membuat kalimat untuk keempat kata itu, kita dapat melihat adanya perbedaan itu.

1. Setelah mendapat telepon dari pacarnya yang memutuskan hubungan mereka, Erika membatu.
2. Cucianku menggunung karena tidak dicuci selama sebulan.
3. Supir saya melihat UFO tadi malam.
4. Dia menulis SMS setelah melihat UFO.

Nah, sudah kita baca. Apa yang kita pahami?

Pada kalimat 1 dan 2, kita dapat melihat struktur yg tidak sama dengan 3 dan 4. Masing-masing kata dalam kalimat 1 dan 2 tidak diikuti oleh sesuatu (kata benda), seperti pada kalimat 3 dan 4 (UFO dan SMS). Artinya, kita bisa menggolongkannya dari maknanya. Pada kalimat 1 dan 2, apakah Erika yang adalah manusia itu berubah menjadi ‘batu’ yang keras dan berwarna abu-abu atau hitam? Apakah cucian yang tidak dicuci itu menjadi gunung setinggi Gunung Salak?
Tidak, kedua kata itu hanya mengambil sifat dasar dari kata itu, yaitu ‘keras dan diam’ dan ‘tinggi dan mengerucut’.
Dengan begitu, kedua kata itu dapat dimaknai sebagai ‘menjadi seperti sesuatu dalam kata dasarnya’.
Berbeda dengan kalimat 3 dan 4, kedua kata itu diikuti kata benda ‘UFO dan SMS’. Kata dasar yang berupa kata kerja tetap sebagai kata kerja. Jika kita perhatikan, maknanya akan menjadi ‘melakukan sesuatu dalam kata dasar. Jadi, menulis adalah kegiatan menulis dan melihat adalah tindakan melihat (yang bisa Anda lakukan secara nyata).

Bagaimana dengan merubah dan mengubah?

Anda bisa memasukkan kata dasarnya, yaitu rubah dan ubah. Rubah adalah kata benda, sementara ubah adalah kata kerja. Silakan memaknai sendiri kedua kata itu dengan cara di atas hingga Anda bisa mengerti mengapa kita harus mulai membiasakan diri dengan mengubah, alih-alih merubah.

Bahasa Indonesia, jika dibandingkan dengan bahasa ibu saya atau bahasa asing, masih sangat muda. Ibarat manusia, dia adalah bayi yang masih sangat rentan. Kita bisa membentuk fisik dan karakter si bayi sesuai hati kita. Mau menjadi apa dia kelak, semua ada di tangan kita.

Kartika Kusworatri
@ikaratri, 19 November 2012

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: