Yuki’s note (1)

11 Dec

Seperti juga pertemuan-pertemuan dengan Yuki, pertemuan kali ini dengan Yuki kali ini berujung pada makan malam di sebuah restoran India di pusat kota Jakarta. Sambil menyantap hidangan, Yuki memulai obrolan dengan kerutan di dahi.

“Apakah biasa, situasi seperti ini. Kantor saya berusaha menjual barang ke customer. Selayaknya perusahaan yang lain, sistem penawaran barang pun kami lakukan secara tender. Siapa saja bisa menang. Namun, yang kami hadapi adalah orang-orang seperti mereka. Ya, seperti mereka.”

Emmm… lanjutkan, Yuki.

“Mereka–para customer itu–diwakili oleh orang-orang yang tentu saja bukan petinggi. Mereka selalu meminta uang dari kami. Jumlahnya kian hari kian banyak. Sampai-sampai, pernah mencapai 25 persen dari total penjualan kami ke customer itu. This is ridiculous.”

Ya, kamu menjual barang, kenapa kamu harus memberikan uang kepada orang yang akan membeli barang jualanmu?

That’s the point. Jika kami melakukan ini terus menerus, kami bisa saja melegalkannya. Tapi, hati kami tidak. Kantor dapat menyediakan uang untuk mereka. Tapi, perusahaan asing seperti kantor kami, sulit untuk hidup di negara ini jika kelakuan mereka seperti ini.”

Seorang teman SMA pernah bercerita. Dia distributor buku pelajaran. Untuk dapat memasukkan buku ke sebuah sekolah, dia perlu merogoh kantongnya (beruntungnya, bukan uang pribadinya) untuk diberikan kepada kepala sekolah dan jajaran guru. Uang pelicin. Atau apalah namanya. Tak tanggung-tanggung, belasan hingga puluhan juta angka yang tertera.

Ah, negaraku ini. Saat ini, saya tak dapat membelamu. Saya malu. Ini nyata tapi saya tak dapat menutup mata untuk kenyataan ini. Pahit, memang. Semoga Yuki terakhir mengalaminya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: