Gallery

Sesak

22 Jun

Di ponsel saya, baru saja, masuk pesan Watsap di sebuah grup.

“Mana yang lain?”

Seandainya saya bisa menanyakan hal yang sama, Januari tahun lalu. Seandainya saja, ada kalimat penyejuk hati di kala saya menanti esok hari di depan khalayak.

Saya tak kuasa. Munafik kalau saya bilang saya bukan penyimpan dendam. Bukan saya benci, saya tak bisa. Saya berusaha. Sungguh. Tapi tak dapat lepas.

2005.
8 tahun yang lalu.

Saya di hadapkan pada situasi yang sungguh aneh. Masih ingat, kamu? Telunjukmu masih mengarah ke mukaku.

Maaf, tapi saya tak pernah bisa melupakan saat orang yang saya anggap dekat, justru menyalahkan saya di depan umum dan mempermalukan saya. Beritahu saya apa yang salah, akan saya perbaiki. That is a friendship should be.

Hati saya tak pernah lega. Memori itu selalu ada.

Dan, saat saya tak ada di sana, untuk mengucapkan selamat atas pernikahanmu, tentu ada alasan kenapa saya akan bertanya, “kenapa kamu tak ada di sana saat saya berada di tempatmu saat ini?”

Maaf, saya tak lega.
Saya sesak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: